Brussels — Juni 2025 – Negara-negara anggota Kelompok Tujuh (G7) menyatakan dukungan penuh kepada Israel di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Iran. Dukungan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama seusai pertemuan G7 yang digelar di Brussels, Belgia, pada Senin (16/6).
Dalam pernyataannya, G7 menyebut Iran sebagai “sumber utama ketidakstabilan regional dan teror” dan mendesak Teheran untuk menghentikan tindakan provokatifnya. Kelompok ekonomi terbesar dunia itu juga memperingatkan bahwa Iran “tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun”.
“Kami mendukung hak Israel untuk membela diri,” tegas pernyataan G7 yang dikutip dari Reuters, Selasa (17/6).
Selain menyoroti krisis Iran, G7 juga mendorong upaya deeskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Mereka secara eksplisit menyerukan agar segera dilakukan gencatan senjata di Jalur Gaza, menyusul meningkatnya kekerasan dan korban sipil akibat operasi militer Israel.
Ketegangan antara Israel dan Iran memuncak setelah serangkaian serangan saling balas selama sepekan terakhir. Israel melancarkan serangan udara ke beberapa wilayah Iran, sementara Teheran membalas dengan serangan rudal ke fasilitas militer di Israel.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang juga hadir di KTT tersebut, menyatakan kesiapan Washington mendukung sekutunya namun menolak menandatangani dokumen deeskalasi penuh. Trump juga menginstruksikan evakuasi warga negara Amerika dari Iran sebagai langkah antisipasi krisis lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran atas desakan dan tuduhan yang dilayangkan G7.
Sumber: Reuters, The Guardian & Economic Times